Skip to main content

Wah, Macet antri SPBU di manfaatkan warga, jual kembali BBM seharga 20ribu perliter.

 Macet saat mudik adalah hal biasa terjadi setiap tahun. Dan ada istilah mudik tanpa macet kayaknya kurang apdol. Nah selain jalan raya yang macet, ternyata ngisi SPBU juga macet gila om bro. Bisa berjam-jam hanya demi bisa mengisi BBM mobil atau motor kita.

IndoBlazer coba kutip berita dari Otomotifnet.com mengenai kejamnya macet di SPBU. BBm dijual  seharga 20 ribu perliter. Waw banget kan ya? Siapa yang jual ya warga sekitar saja. Berikut qoute berita dari Otomotifnet.com yang bisa saya ambil.
Ketika SPBU diserbu warga dan kendaraan, oknum jual 20 ribu/liter
manusia dan kendaraan antri di SPBU

Horornya macet yang terjadi di jalur mudik membuat banyak kendaraan yang kehabisan bahan bakar ditengah jalan. Hal tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk menawarkan bahan bakar. Tapi...

"Banyak yang nawarin bahan bakar Premium, kebanyakan warga setempat dengan harga yang wah! 1 jerigen berisi 25 liter Premium ditawarkan dengan harga perliter Rp 20 ribu!," ujar Salim reporter OTOMOTIFNET di lokasi.

Memang dalam kondisi terjepit, tawaran tersebut sah-sah saja. Apalagi SPBU dipenuhi kendaraan dan juga orang yang antre membeli bahan bakar. Masalahnya, pihak SPBU tidak bisa membedakan mana pembeli yang benar-benar butuh untuk kendaraannya, mana yang memang sengaja untuk dijual kembali.

Jadi mirip praktik calo yang biasa terjadi untuk membeli tiket transportasi umum, namun kali ini terjadi juga di SPBU. Harga yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung, sampai 3 kali lipat dari harga normal.

Bayangkan saja, kalau di beberapa titik SPBU di sekitar titik kemacetan membatasi pembelian bahan bakar maksimal Rp 100 ribu, maka tindakan para calo yang menawarkan bahan bakar 1 jerigen berisi 25 liter tentu sudah melebihi batas maksimal pembelian.

Tak heran, kalau pemerintah gagal mengantisipasi fenomena kemacetan seperti ini, dan kemungkinan terburuk stok bahan bakar di SPBU habis karena ulah para calo, maka mau tidak mau para pemudik harus membeli bahan bakar dari para calo tersebut.

Kejadian seperti ini memang bukan pertama kalinya om bro. Dulu saat macet di Pantura saat belum ada Cipali juga sama kejadian seperti ini. 1 liter BBM dijual 20 ribuan juga. Mau syukur ga mau ya terserah, siapa pula yang mau dorong-dorong mobil yang kehabisan bensin.

Nah kalo kayak gini siapa yang rugi siapa yang salah?

Makanya kalau kita bisa prepare sih kira-kira untuk sampai tujuan itu berapa liter yang dibutuhkan, isi full dari awal, lalu ketika sudah sisa 1 strip mendingan langsung isi lagi ketika ketemu SPBU lagi.

Mudik macet kadang banyak keuntungan banyak kerugian!
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
FanPage : IndoBlazer
Twitter : @djosave
BBM : 53FB5271
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar