Ciri-ciri Hari Ini Kamu Harus Ganti Busi Motor Kalau Motor Kamu Seperti Ini
Pernah ngerasa motor tiba-tiba susah hidup, brebet pas digas, atau tarikannya kayak ditahan? Jangan langsung nyalahin mesin yang aneh-aneh. Bisa jadi biangnya cuma satu komponen kecil yang sering kamu cuekin: busi. Yup, benda kecil ini kelihatannya sepele, tapi efeknya bisa bikin motor kamu terasa beda banget.
Busi punya peran penting di sistem pengapian motor. Tugas utamanya adalah memantik percikan api di ruang bakar supaya campuran bensin dan udara bisa terbakar sempurna. Dari sinilah tenaga motor dihasilkan. Kalau percikan apinya lemah atau nggak stabil, pembakaran jadi nggak maksimal. Akibatnya, performa motor langsung turun dan rasanya nggak enak buat dipakai harian.
Secara teknis, busi menerima tegangan tinggi dari koil, bahkan bisa sampai 20.000–30.000 volt. Tegangan ini kemudian diubah jadi percikan api kecil tapi krusial. Nah, saat busi mulai aus atau kotor, percikan apinya jadi kecil atau nggak konsisten. Dampaknya bisa langsung kamu rasain, mulai dari mesin brebet, motor terasa ngempos, sampai bensin jadi lebih boros dari biasanya.
Selain jadi pemantik api, busi juga bisa jadi “kode keras” kondisi mesin kamu. Warna ujung busi bisa kasih petunjuk penting. Kalau warnanya cokelat muda, berarti pembakaran normal dan mesin sehat. Kalau hitam pekat, tandanya busi kotor atau campuran bensin terlalu banyak. Sementara kalau warnanya putih, itu bisa jadi sinyal mesin terlalu panas alias overheat.
Kalau busi sudah mulai lemah, biasanya motor bakal kasih tanda-tanda berikut ini:
- Motor susah dinyalakan, apalagi saat mesin masih dingin
- Tarikan terasa berat atau kehilangan tenaga
- Mesin brebet dan tersendat
- Bensin jadi lebih boros
- Ujung busi menghitam atau terlalu putih
- Percikan api kecil dan nggak stabil saat dicek
Masalahnya, busi yang bermasalah bukan cuma bikin motor nggak nyaman, tapi juga bisa berbahaya. Bayangin lagi nyalip, masuk tikungan, atau lagi macet padat, tiba-tiba mesin tersendat atau bahkan mogok. Situasi kayak gini jelas bisa bikin panik dan berisiko di jalan.
Makanya, ngecek busi itu penting banget. Idealnya, kondisi busi dicek setiap 4.000 km. Sementara untuk penggantian, disarankan di kisaran 8.000–12.000 km, tergantung pemakaian dan kondisi motor. Jangan nunggu motor rewel dulu baru dicek.
Menurut Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, busi memang kecil tapi dampaknya besar. Kalau motor mulai susah hidup atau tenaganya menurun, itu tanda busi harus segera diperiksa. Kalau dibiarkan, bukan cuma performa yang turun, tapi juga bisa membahayakan pengendara.
Intinya, di tengah aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi, motor yang sehat itu wajib. Dengan ngerti fungsi busi dan peka sama tanda-tanda kerusakannya, kamu bisa terhindar dari mogok mendadak dan biaya perbaikan yang lebih besar. Jadi, kalau motor kamu mulai nunjukin gejala di atas, jangan ditunda—hari ini juga cek businya!