Skip to main content

Inilah alasan kenapa ban motor baru terasa licin dan tips mengatasi ban baru yang licin.

Ban motor yang kondisinya sudah botak atau alur airnya sudah mulai pudar memang ada baiknya di ganti dengan yang baru. Selain untuk menjaga safetynya tentu kenyamanan menggunakan ban motor yang sudah lama juga menjadi berkurang.

 

Saat mengganti ban motor tentu kita tidak bisa langsung membawanya untuk kecepatan tinggi, karena ban motor baru biasanya akan terasa lebih licin dari ban lama. Hal ini tentu akan terasa ketika kita membawanya dalam kondisi berbelok. Tapi tahukah anda kenapa hal ini bisa terjadi?

 

Dari media online kumparan.com informasi ini saya kutip menyebutkan bahwa ban motor yang baru memang ada lapisan lilin yang berguna menjaga kompon ban dan mempermudah dalam proses produksinya agar tidak menempel antar ban baru produksi, maka dari itu saat ban motor baru jangan langsung di bawa kecepatan tinggi dan menuver terlalu kencang.

 

Namun, kondisi ban seperti licin ini akan berkurang ketika sudah melewati 100 km jarak penggunaan ban.

 

Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, Dodi Yanto menyebut, ban baru masih dilapisi lilin yang bertujuan menjaga kompon ban. Sehingga, sering kita temui bercak putih di sekitar alur ban baru ketika terlepas dari plastiknya.

 

"Di lapisan terakhir itu kan ada silikon (lilin). Nah silikon ini fungsinya saat proses produksi, biar enggak saling nempel sama ban lain. Ya intinya untuk memudahkan proses produksi saja. Seiring pemakaian akan hilang kok," kata Dodi sapaan karibnya kepada kumparan, Kamis (13/2).

 

Karena lapisan lilin tersebut bersifat licin, Dodi menyarankan pengendara untuk tidak bermanuver secara ekstrem. "Ketika pertama kali ban digunakan, berkendaralah secara normal. Ya paling tidak digunakan secara normal 100 kilometer dulu," katanya.

 

Karena pemakaian normal, biasanya hanya lapisan lilin bagian tengahnya yang hilang. Ini karena hanya area tersebut yang kontak langsung dengan aspal, sementara untuk tepiannya, kemungkinan masih ada lapisan lilinnya.

 

"Untuk mengakalinya, rekomendasi saya cuci lebih dulu pakai sabun. Disikat merata bagian pinggir ban kemudian dilanjut ke bagian tengahnya," jelasnya.

 

Adapun lilin ini muncul pada proses vulkanisasi (pemasakan) atau disebut moulding. Proses ini merupakan pemasakan atau penyatuan bahan kimia, karet, karbon, dan sulfur untuk mendapatkan kandungan kompon pada ban.

 

Jika dirasakan artikel ini berguna, silahkan share kepada teman-teman media sosial anda.

 

Sumber :

image ilustrasi from alonrider.wordpress.com

kumparan.com

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar