Skip to main content

Cara Mengatur Stasioner Mesin, Setting Angin dan Stasioner AC Kijang Super

Hello IndoBlazer reader,
Kali ini IndoBlazer akan membagikan informasi mengenai Cara Mengatur Stasioner Mesin, Setting Angin dan Stasioner AC Kijang Super. Siapa yang ga kenal Kijang? Pelopor mobil dengan moncong panjang ini sepertinya tidak pernah ada matinya. Dari pertama keluar mobil Kijang Buaya, Kijang Kotak, Kijang Kapsul sampe sekarang baru release new Innova (walau tanpa embel-embel kijang lagi).

Tulisan ini IndoBlazer dapatkan dari web sebelah yang bahas mengenai Mesin Kijang. Ok daripada panjang lebar ada baiknya kita bahas 1/1 apa yang akan menjadi ilmu kita pagi ini.

1. Mengatur Stasioner Mesin : Sebenarnya cara mengatur stasioner mesin sangatlah mudah, yaitu hanya memutar suatu mur yang ada pada mesin dengan menggunakan obeng minus. Nah masalahnya ada yang tidak tahu letak dri mur yang harus diputar itu dimana.
kijang

Sebenarnya letak dari mur untuk stasionermesin terletak di dekat karburator di bagian bawah dan 'Tidak Ada Per-nya'. Setelah itu putar ke kanan untuk menaikan stasioner atau putar ke kiri untuk menrunkan stasionernya sesuaikan sampai pas.

2. Mengatur Setting Angin : Jika melakukan pengaturan stasioner ada kalanya kita juga menilik settingan angin yang masuk ke mesin. Settingan angin ini bisa dikatakan penting karena akan mempengauhi pembakaran yang terjadi di dalam mesin yang otomatis akan mempengaruhi tenaga mobil dan jug hasil gas buang (emisi) dari mobil tersebut. Settingan angin harus seimbang dengan banyaknya aliran BBM pada mesin, jika settingan angin kurang jika dibandingkan dengan banyaknya BBM maka pembakaran tidak akan sempurna yang berakibat tenaga mobil akan berkurang dan kadar CO2 mobil akan tinggi. Cara mengatur angin pada mesin sama dengan mengatur stasioner mobil, yaitu hanya memutar mur dengan obeng namun yang diputer berbeda.
kijang

Mur yang diputar ada di sebelah kiri mur stasiner tadi dan 'Ada Per-Nya'. Atur settingan angin sampai pas.

3. Mengatur Stasioner AC : Anda yang pernah menyetir mobil tua apalagi Tokiper pasti tahu, jika memakai AC maka ada saat dimana mesin sesaat menjadi berat dan beberapa saat kemudian mesin kembali normal kembali. Itu adalah saat dimana dinamo AC mulai bekerja (berputar) sehingga membuat mesin mobill menjadi lebih berat dan stasioner AC akan naik. Namun kadang kala stasioner AC bisa terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Efeknya jika stasioner AC tinggi, maka akan membuat BBM menjadi boros, sebaliknya jika stasioner nya rendah maka dapat menyebabkan mesin bisa mati saat akan di-gas (biasanya dari posisi berhenti). Oleh karena itu perlu mengetahui cara untuk mengatur stasioner AC. Caranya sama seperti kedua bahasan diatas hanya kita perlu tau mur mana yang harus dipuar. Mur yang harus diputar berada di bawah rumah filter udara di bagian depan mesin.
kijang

Mur tersebut 'Ada Per-nya' jadi hati - hati karena mur tersebut bisa lepas (soalnya pernah kejadian sendiri...wkwkwk). Atur stasioner sampai terasa pas dan sebaiknya atur stasioner dalam keadaan mesin 'HANGAT / AGAK PANAS'.

Sumber : http://black-priambodo.blogspot.jp/2014/08/cara-mengatur-stasioner-mesin-setting.html 

Semoga berguna.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
FanPage : IndoBlazer
Twitter : @djosave
WA only : 0813822BLAZER (39343)
BBM : 53FB5271
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar