Skip to main content

Review kemampuan Sigra di Tanjakan Leuwiliang Bogor.

Hello om bro.
Iseng-iseng browsing di group Motuba menemukan sebuah review mobil Daihatsu Sigra untuk menempuh jalur menanjak di Leuwiliang Bogor. Daihatsu Sigra atau Toyota Calya memunyai mesin dengan kubikasi 1200cc. Dengan mesin sebesar itu banyak yang menyangsikan akan kemampuannya dalam merambah jalur tanjakan curam, nah dengan review dibawah ini mudah-mudahan bisa berguna untuk semua pengguna Sigra atau Calya, dan makin pede membawanya.
sumber : postingan mbah Mubyarto Retowiarjo di Motuba.
Review kemampuan Sigra di Tanjakan Leuwiliang Bogor.
Review kemampuan Sigra di Tanjakan Leuwiliang Bogor. sumber postingan bah Retowiarjo di group Motuba.

Setelah kemarin puas tes sigra X 1.2 MT di jalur relatif datar, akhirnya datang juga kesempatan untuk nyobain sigra muatan 6 dewasa di jalur menanjak Lewiliang Bogor.

Jalur tanjakan panjang mau ga mau sigra saya geber di rpm 5000-5500. Tenaga nya terasa kecil sekali. Di dalem mobil semua pada takut, ngga yakin ini mobil kecil kuat nanjak. Sempet kepikiran kenapa ga pake VNTur aja kemari.. Tapi kalo ngga dicoba gimana caranya bisa tau..
Harap harap cemas semoga ga ketemu papasan dengan mobil lain di tengah tanjakan.
Dua tanjakan panjang berhasil dilewati dengan mesin meraung raung meskipun ga sampe sebegitu heboh nya kaya kakak nya xenia. Asal jangan berenti di tengah pasti bisa nanjak. Kalo terpaksa berenti nyerah deh.

Kekacauan muncul justru di tanjakan gambar kedua, tanjakan cukup curam yang lagi rame pejalan kaki yang juga lagi nanjak. Merayap pelan tanpa bunyikan klakson. Ngga enak klakson, toh mereka juga lagi cape nanjak. Lama lama rpm turun jadi 1000. Ga bisa naik rpm nya biarpun pedal gas dijejeg.


Kalo orang bilang mobil gerak roda depan bukan ngga kuat nanjak tapi roda spin, yang saya alami justru kebalikan nya. Ga ada roda spin, ga ada raungan mesin, ga ada bau gosong. Tau nya lemes aja. Langsung saya netral kan, mulai mundur pelan pelan sekali. Sangat sangat berbahaya kalo sampe lepas kendali, ada puluhan pejalan kaki di belakang.
 

Untung nya, mobil bisa balik ke titik pendakian awal, petugas disana ngeh kalo ngga kuat nanjak. Orang orang langsung disuruh minggir biar saya leluasa ambil ancang ancang.

Beruntung akhirnya bisa juga sampai di parkiran atas.




Dari review diatas dapat dipastikan untuk menaiki jalur tanjakan curam ada baiknya mengambil ancang-ancang terlebih dahulu.

Nah yang penting juga dalam menaiki jalur tanjakan curam adalah soal nyali dan skil yang kita miliki, jika merasa ragu mendingan di urungkan saja niatnya untuk bisa naik jalur tanjakan curam, karena bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak kita inginkan seperti mundur kembali dan bisa membuat kecelakaan untuk kita sendiri atau orang disekitarnya.

Satu lagi, jangan lupa berdoa.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar