Skip to main content

Lakukan ini untuk menghindari pecah ban dalam perjalanan. 4 hal yang harus diperhatikan untuk ban kendaraan anda

Kecelakaan di tol jagorawi tanggal 15 september 2019 dengan kendaraan jenis minibus suzuki APV dengan nomor polisi F1195DH karena pecah ban mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 9 orang mengalami luka-luka ringan hingga berat. Menurut petugas jasa marga menyebutkan baha mobil tersebut setelah mengalami pecah ban mobil lalu terguling dan terseret sejauh 50m.

Kronologi yang disebutkan oleh Kasat Lantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri, mengatakan, peristiwa itu berawal ketika mobil berada di lajur 3, dari Bogor mengarah ke Jakarta. Namun di tengah perjalanan, mobil mengalami pecah ban sebelah kanan belakang. Seketika pengemudi kehilangan kendali, hingga membuat mobil oleng ke kiri. Kecelakaan tak bisa terhindarkan, mobil pun terguling di lajur 1 menjelang masuk gerbang Tol Sentul

Dari kejadian tersebut ternyata ada pelajaran penting untuk kita semua tentang keselamatan dalam berkendara dan harus memperhatikan 4 hal ini untuk menghindari pecah ban dalam perjalanan, terutama dalam kecepatan tinggi. Karena dengan pecah ban ini akibatnya fatal untuk kendaraan kita dan penumpang didalamnya.

4 hal yang harus diperhatikan untuk ban kendaraan anda.
ilustrasi pecah ban. Cek sebelum berkendara


Dibawah ini ada 4 hal yang harus kita cek kondisi ban kendaraan kita sebelum melakukan perjalanan yang dikutip dari keterangan Manager of Training & Product Evaluation PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi.

1. Tekanan Angin
Penting sekali kita melihat dan mengetahui tekanan angin ban mobil kita. Terlalu rendah dan terlalu tinggi, akan beresiko negatif pada kendaraan. Jadi sebaiknya disesuaikan secara ideal. Tekanan angin yang kurang akan membuat laku mobil menjadi berat dan konsumsi BBM menjadi lebih boros dari normalnya.
Pengecekan tekanan angin pada ban, baiknya dilakukan setiap dua minggu sekali atau maksimum satu bulan sekali. Namun bila perlu dilakukan setiap hari juga tak ada masalah. Saat ini sudah banyak dijual alat untuk mengecek tekanan ban. Bahkan yang otomatis secara display juga banyak dijual di market place dengan nama TPMS.

2. Kembangan ban
Perhatikan kebersihan kembangan atau alur ban. Saat mengecek kebersihan sela-sela ban, buanglah benda-benda asing yang biasanya terselip di sana, seperti batu kerikil atau benda asing lainnya yang tanpa disadari bisa saja menempel ketika berkendara.
Bila dibiarkan, benda-benda asing ini bisa berpotensi membuat ban menjadi bocor. Selain itu, dia pun bisa menutup permukaan dari alur ban, yang bisa menurunkan kemampuan cengkraman ban pada permukaan jalan. Ban menjadi licin ketika dipakai untuk mengerem.

3. Periksa kerusakan fisik ban
Ban yang dipakai tentu akan mengalami berbagai kondisi jalanan dan itu juga berpotensi merusak kondisi fisik ban entah berupa sobekan atau retakan. Lazimnya, hal ini bisa dilakukan pada saat melakukan servis berkala.
Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati. Namun memang semakin cepat diganti semakin baik. Bila sampai kerusakan tak terdeteksi, dikhawatirkan ban bisa pecah tiba-tiba sehingga berakibat fatal.

4. Rotasi ban
Terakhir, ritual wajib yang harus dilakukan adalah merotasi ban secara rutin. "Baik ban utama maupun ban serep itu harus dirotasi paling tidak setiap 5.000 km sekali," ujar Deni.
Tujuan daripada merotasi sendiri, agar tingkat keausan pada keempat ban utama mobil kamu merata di tiap ban, dan ini mengurangi efek ban hanya habis di satu bagian saja.

Dengan ke-4 hal yang kita lakukan diatas setidaknya bisa mengurangi kejadian pecah ban disaat dalam perjalanan terutama dalam kondisi kecepatan tinggi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar